Karena Mencintaimu Adalah Keajaiban

1538573-bigthumbnail
Source

Andai aku dapat mengulang waktu, aku memilih untuk tidak mengenalmu lebih jauh. Aku akan memilih untuk diam, menghindari tatapan matamu yang seakan membius relung jiwaku. Memilih untuk tidak meniti wajahmu dan mendapatimu tersenyum tulus padaku. Dan memilih untuk duduk berjauhan denganmu, agar suaramu tak terus menggema di telingaku.

Bagaimana mungkin aku selalu mengingat senyummu di setiap malamku, mengingat setiap detail pembicaraan kita, membuka dan menutup kembali sosial media milikmu, dan tersenyum saat melihat kembali foto kita bersama.

Kita memang tak banyak berbicara. Seringkali kita terhipnotis oleh waktu. Diam seribu bahasa walau kita duduk bersebelahan. Hanya mata yang terkadang saling menatap.

Lalu, mengapa sekarang aku merasakan ada hal yang berbeda?

Dulu, saat kau menatapku, aku akan membalasnya dengan senyum. Kini, aku selalu memalingkan wajahku. Takut jika kau menyadari bahwa aku seringkali menatapmu begitu dalam. Kala itu, setiap sapaan yang kau tuturkan, tak begitu kuacuhkan. Kini, aku berharap sapamu menghiasi hari-hariku.

Kita terbiasa bersama, hanya rasa ini yang tak lagi sama. Aku selalu -teramat sangat- merindukan saat-saat bersama denganmu. Merindukan gelak tawamu yang terdengar nyaring namun lembut di telingaku, merindukan perhatian yang begitu tulus darimu, merindukan memandangi sosokmu yang bagaikan oasis bagiku.

Jika boleh memilih, aku lebih baik tak jatuh cinta. Karena jatuh cinta itu sakit. Dan memilikimu adalah hal yang mustahil bagiku. Kita bagaikan terperangkap dalam sebuah labirin. Begitu sulit untuk saling menemukan satu sama lain. Bahkan, kita tak akan pernah tahu apakah waktu akan mempertemukan kita. Atau kita hanya akan mencari jalan keluar dan kebahagiaan masing-masing.

Waktu memang terkadang salah menentukan kapan kita harus jatuh cinta. Namun cinta tak pernah salah. Karena ia mengajarkanku bahwa mencintaimu adalah sebuah keajaiban. Dan walaupun sakit, aku percaya bahwa cinta adalah anugerah dari-Nya.

PS : Tulisan ini pernah dimuat di laman jombloo.co dengan judul Mencintaimu Adalah Keajaiban

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s