Mengenal Suku Sasak di Desa Sade Lombok

desa-sade

Sade merupakan salah satu desa adat suku Sasak, suku asli Lombok, yang terletak di Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Akses menuju desa ini sangat mudah, hanya 15 menit dari bandara. Letaknya yang berada di pinggir jalan, memudahkan kita untuk menemukan desa yang masih memegang teguh adat istiadat leluhur ini.

Continue reading “Mengenal Suku Sasak di Desa Sade Lombok”

Advertisements

Suara Tawa di Gunung Lembu

dsc01301
Tektok Team : kalau ragu pulang saja!

Perasaan rindu untuk mendaki gunung semakin sering muncul akhir-akhir ini. Iya, entah mengapa sulit sekali untuk membendungnya. Bahkan rasanya melebihi rindu akan sang mantan. Ya ampun, mantan lagi! Hahaha. Semenjak cedera tulang belakang setahun yang lalu, aku kerap kali mengutarakan hal ini kepada teman-temanku.

“Gue kangen nanjak.. Kangen banget!” 😥

Continue reading “Suara Tawa di Gunung Lembu”

Serunya Flying Fox Sepanjang 450 Meter di Pacitan

Mentari telah kembali ke peraduan, namun kami baru saja tiba di Pantai Taman yang terletak di Desa Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo, Pacitan. Terlambat sudah untuk menikmati flying fox terpanjang di Indonesia ini, karena wahana tersebut sudah tutup sekitar pukul 4 sore. Tak putus asa, Kak Mela dan Kak Philips sebagai contact person trip kali ini mencoba bernegosiasi dengan petugas flying fox agar kami bisa menikmati wahana tersebut.

Continue reading “Serunya Flying Fox Sepanjang 450 Meter di Pacitan”

Mengunjungi Museum TB Silalahi dan Makam Sisingamangaraja XII

DCIM101GOPROGOPR5127.

Mengunjungi Sumatera Utara tak lengkap rasanya bila tak mengunjungi museum dan makam para raja di sana. Karena selain terkenal dengan Danau Tobanya, budaya Batak yang begitu kental juga menjadi daya tarik tersendiri untuk mengunjungi kota ini. Salah satu museum yang aku kunjungi selama berada di Sumatera Utara adalah TB Silalahi Center.

Continue reading “Mengunjungi Museum TB Silalahi dan Makam Sisingamangaraja XII”

30 Jam Menggapai Puncak Arjuno-Kembar 1-Welirang

img_5682

Ini adalah kali kedua aku mendaki dengan Tektok Team, tim yang sudah seperti keluarga kedua bagiku. Banyak yang mengatakan kami keluarga gila, mendaki gunung dengan cara tektok. Berjalan hingga puncak, kemudian segera turun kembali ke basecamp tanpa menginap. Bahkan, tenda pun tak kami bawa dalam daypack kami yang rata-rata hanya berukuran 20 liter. Jika ingin beristirahat, kami hanya menggelar survive lite, saling merapatkan tubuh agar tetap hangat, dan tidur beratapkan langit yang luas. Percayalah, langit malam yang bertabur bintang juga dapat menjadi obat penawar lelah.

Continue reading “30 Jam Menggapai Puncak Arjuno-Kembar 1-Welirang”