Karin dan Deteksi Dini Tumor Payudara

2018_0215_09162600

“Rara…, gue diduga kena tumor ganas payudara….”

Aku tersentak. Tak ada lagi kata-kata yang terucap melalui pengeras suara gawaiku. Suara itu menjelma sunyi. Hanya sesekali isak tangis terdengar. Aku masih merekatkan telinga pada gawai yang kugenggam, mendengarkan hening di seberang sana sembari menyiapkan tas kecilku, hendak menyusulnya.

Karin, ia duduk terkulai di bangku koridor rumah sakit. Seorang diri. Aku mendekatinya perlahan, kemudian duduk di sampingnya. Namun, ia tak menoleh. Tetap saja duduk tertunduk. Rambutnya yang terurai menutupi wajahnya yang basah dengan derai air mata. Karin, ia yang biasanya selalu tertawa, kini menangis pilu di hadapanku.

Continue reading “Karin dan Deteksi Dini Tumor Payudara”

Advertisements